Rabu, 22 Januari 2020
Falsafah Pencak Silat
Kamis, 09 Agustus 2012
Dr. Rasiyo M. Mahmud Pimpin IPSI Surabaya
Minggu, 05 Agustus 2012
Memupuk Kebersamaan Lewat Pencak Silat
Menurut Ludyarto Bimasena Wibowo, ada sekitar perguruan pencak silat di kota istimewa itu. Karena itu, perlu sebuah wadah pemersatu agar persatuan pencak silat di Yogyakarta tetap terjaga.
"Di Indonesia ada pencak silat, di Cina ada kungfu. Keduanya memiliki seni dan budaya selain olahraga beladiri. Maka itu, dibutuhkan persaudaraan, paseduluran, karena ada sekitar 40 padepokan silat di Jogjakarta," kata Koordinator Paseduluran Angkringan Silat itu kepada Liputan6.com, Jumat (3/8).
Paguyuban ini, menurut Ludyarto, tergolong unik. Karena dalam organisasi ini
Prabowo Siap Angkat Pamor Silat
Senin, 26 Maret 2012
Sejarah Berdirinya PSCP Ranting Kalak
![]() |
| Salah satu kegiatan latihan di Pantai Klayar |
Kondisi tersebut juga dirasakan oleh masyarakat Desa Kalak. Sejumlah pemuda desa yang sebelumnya merantau terpaksa kembali ke kampung halaman karena kehilangan pekerjaan. Kepulangan mereka di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan menambah jumlah pengangguran, terlebih dengan semakin bertambahnya lulusan sekolah setiap tahunnya. Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan munculnya berbagai persoalan sosial di kalangan generasi muda apabila tidak diimbangi dengan kegiatan yang positif dan produktif.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Anom Suroto bersama beberapa tokoh pemuda Desa Kalak menggagas sebuah wadah kegiatan yang dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda. Setelah melalui berbagai pertimbangan, kegiatan olahraga sekaligus seni bela diri tradisional pencak silat dipandang sebagai pilihan yang tepat untuk menyalurkan potensi, energi, dan semangat para pemuda.
Pada saat itu, satu-satunya pemuda Desa Kalak yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam bidang bela diri adalah Sofyan Isbat. Ia telah menyelesaikan pendidikan dan latihan di Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih di Cempaka Putih serta telah menyandang predikat Warga Purwa, yaitu tingkatan yang memberikan kewenangan untuk mengajar dan melatih dalam lingkungan perguruan.
Atas dasar semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap pembinaan generasi muda, pada tanggal 31 Agustus 2000 secara resmi berdirilah Pencak Silat Cempaka Putih Ranting Kalak dengan jumlah peserta awal sebanyak 24 orang. Dalam perjalanan awalnya, kegiatan latihan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Pada kelulusan perdana, sebanyak 7 (tujuh) orang siswa berhasil menyelesaikan pendidikan dan dinyatakan lulus menjadi warga perguruan.
Seiring berjalannya waktu, Pencak Silat Cempaka Putih Ranting Kalak terus mengalami perkembangan yang signifikan. Perguruan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bela diri, tetapi juga berperan sebagai wadah pembinaan karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai kedisiplinan, persaudaraan, tanggung jawab, serta pelestarian budaya pencak silat sebagai warisan luhur bangsa.
Hingga saat ini, Pencak Silat Cempaka Putih Ranting Kalak terus berkomitmen untuk menjadi pusat pembinaan generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan berakhlak mulia, sekaligus menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur pencak silat di tengah masyarakat.
Selasa, 12 April 2011
Rabu, 06 April 2011
Dihajar Pelatih, Pendekar Silat Tewas Terkapar
Dari hasil autopsi tim dokter, korban mengalami luka patah di bagian leher. Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dibalik tewasnya sang pendekar itu. "Kami masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi termasuk pelatihnya dan belum ada penetapan tersangka," kata Kapolsek Gubeng, Kompol Gusti Agung Dana, Rabu (6/4/2011).
Dia menjelaskan, peristiwa itu bermula pada Selasa (5/4/2011). Saat itu, korban menjalani latihan rutin pencak silat di tempat tersebut. Korban mendapat hukuman fisik karena sudah tiga kali tidak hadir dalam latihan.
Usai menjalani hukuman itulah korban lemas dan tak sadarkan diri. Bahkan korban menghembuskan napas terakhirnya ketika perjalanan menuju rumah sakit. Diduga putra pasangan Melkyanus Dapalawi dan Yuliana ini dihajar saat menjalani hukuman.
Pihak Polsek Gubeng sudah mengamankan tiga guru silat Perguruan Silat Setia Hati (SH). Mereka adalah RS (20), RJ (24) dan HTS (23) ketiganya warga Gubeng. Selain itu, sejumlah siswa pencak silat juga sudah dimintai keterangan terkait tragedi tersebut.
"Kami masih melakukan pemeriksaan siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka atas tewasnya Isak itu," katanya.
(ram)
Sumber : Di sini



















